Wys tans plasings met die etiket Puisi. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket Puisi. Wys alle plasings

Dinsdag 16 Februarie 2016

Kado Ulang Tahun

Waktu selalu bergerak per sekonnya
Dan,
Aku masih di sini mengemasi kado kosong,
Yang ragu kuberikan
Kepada engkau yang dulunya kawan

Dulu kau bilang,
Mari tiup lilin besama di sepanjang usia
Mari berkado dan saling membahagiakan
Walaupun bukan lewat kejutan,
Yang penting kami bertemu

Bagimu, perayaan ulang tahun akan selalu sakral,
Harus ada angka dengan api yang menyala
Di atas kue bolu yang dilumuri coklat
Tak apa sekalipun kue itu kecil dan tidak mahal
Katamu, yang penting aku tiup lilin

Kini aku berada di pergantian usiamu
Sedang membentak waktu agar bertahan di detik itu
Karena kuragu dengan pertemuan kita yang akan
Menjahit luka di pikiran dan kelanjutan hidupku

Tapi, aku mesti berlari
Ke tempat kau menunggu untuk diucapkan
Selamat ulang tahun yang harus tiba tepat waktu

Aku berlari
Menuju tempatmu yang sempit dan abadi
Sini, kubukakan kado kosong  dariku, kataku
Silahkan kau tiup dulu lilin ini
Dengan satu tiupanmu yang tanpa tenaga

Aku terpejam dan berkata,
Selamat tidur panjang, dan berbahagia

Itu kado untukmu, dariku.

Fragmen Ulang Tahun

Bacalah puisi ini sekejap mata
Sengaja dibuat untuk pacarku tercinta
Hari ini, umur kita tak lagi setara
Karena itu, aku mau tepuk tangan dan berkata
Anggap saja ada kue dan lilin terang
Yang kubawa sendiri ke tempat remang
Ini kejutan agar kau senang
Walau bohongan, yang penting seperti orang-orang
Selamat menempuh umur baru
Akan ada senang dan diharu biru
Semoga terlewati dengan seru
Yang penting kau tetap tenang walau ombak menderu
Berkurang sisa hidup bukan musibah
Asal kau tetap menjaga diri dan tabah
Walau sekarang banyak penyakit dan wabah
Kudoakan kesehatanmu stabil dan tak berubah
Wajah tak perlu cantik, asal menarik
Kuperhatikan, sekarang wajahmu kusam dan berbintik
Tapi, kamu masih punya daya tarik
Bukan maksud memuji, aku hanya ingin melengkapi larik
Semoga hidupmu selalu berkah dan sejahtera
Nanti kita bertemu lagi di umur yang tak terkira
Ini hanya suratan dalam aksara
Aslinya, aku mau banyak bicara
Tentang ulang tahunmu yang ganjil sembilan belas tahun
Kalau sudah genap, mari bertemu dengan anggun
Jangan lupa kenakan gaun

Nanti kusajikan kopi dan kita minum berdua di bawah pohon rimbun.